Bagi jamaah yang memilih umroh mandiri, memahami cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain di Arab Saudi adalah hal yang sangat penting agar perjalanan tetap lancar, nyaman, dan aman. Transportasi di Makkah dan Madinah sebenarnya cukup modern dan mudah digunakan, asalkan jamaah mengetahui pilihan yang tersedia. Mulai dari bus kota, taksi, hingga kereta cepat Haramain, semuanya dapat menjadi solusi perjalanan yang efisien jika dipersiapkan dengan baik.
Bus menjadi pilihan paling hemat, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan antar kota. Di Makkah dan Madinah, bus kota beroperasi dengan rute yang jelas dan tarif yang sangat terjangkau—mulai 3 hingga 5 SAR sekali jalan. Jamaah bisa menggunakannya untuk menuju masjid, pusat belanja, atau hotel tertentu. Sementara itu, perjalanan antar kota seperti Makkah ke Madinah dengan bus menawarkan biaya yang lebih ekonomis dengan durasi perjalanan sekitar 5–6 jam. Tiket dapat dipesan langsung di aplikasi resmi seperti SAPTCO atau Hafil agar jamaah tidak kehabisan kursi saat musim ramai.
Selain bus, taksi juga menjadi sarana transportasi praktis yang sering dipilih jamaah. Di Makkah dan Madinah banyak tersedia taksi resmi, baik yang konvensional maupun berbasis aplikasi seperti Uber, Careem, dan Bolt. Menggunakan aplikasi cenderung lebih aman karena tarif sudah terlihat sejak awal, sehingga jamaah tidak perlu khawatir ditagih harga di luar kewajaran. Untuk jarak pendek seperti hotel ke Masjidil Haram, biaya taksi biasanya berkisar antara 10 hingga 20 SAR, tergantung jarak dan kondisi jalan.
Untuk perjalanan cepat antar kota, kereta cepat Haramain bisa dikatakan sebagai opsi paling efisien. Kereta modern ini hanya membutuhkan sekitar 2,5 jam untuk perjalanan Makkah–Madinah, jauh lebih cepat dibandingkan bus. Harga tiket bervariasi tergantung jam keberangkatan, namun fasilitas yang ditawarkan sangat nyaman, terutama bagi jamaah lansia atau yang membawa barang bawaan cukup banyak. Jamaah dapat membeli tiket melalui aplikasi resmi Haramain dan disarankan datang sekitar satu jam sebelum keberangkatan karena ada proses pengecekan bagasi dan boarding.
Di area sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, transportasi pun cukup mudah. Di Makkah, banyak hotel menyediakan shuttle bus gratis menuju Masjidil Haram, sedangkan di Madinah sebagian besar hotel berada dalam jarak yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki ke Masjid Nabawi. Jamaah hanya perlu mempelajari jalur pintu masuk yang berbeda untuk pria dan wanita agar tidak salah arah.
Agar perjalanan semakin mudah, jamaah sebaiknya menyiapkan beberapa aplikasi penting seperti Uber, Careem, Bolt, SAPTCO, Hafil, hingga aplikasi Haramain. Membawa uang tunai kecil juga memudahkan pembayaran transportasi tertentu yang belum mendukung sistem digital sepenuhnya. Selain itu, jamaah disarankan menghindari kendaraan tidak resmi dan selalu mengingat lokasi hotel dalam bahasa Arab untuk mempermudah komunikasi dengan sopir.
Dengan memahami seluruh pilihan transportasi ini, perjalanan umroh mandiri akan menjadi jauh lebih teratur dan nyaman. Jamaah bisa mengatur waktu, biaya, dan rute sesuai kebutuhan tanpa mengurangi fokus pada ibadah. Transportasi yang tepat membantu jamaah menjalani perjalanan di Tanah Suci dengan hati yang lebih tenang dan ibadah yang lebih khusyuk.









